Latar Belakang Berdirinya Masjid

nMasjid berasal dari bahasa arab sajada yang berarti tempat  sujud atau tempat menyembah Allah SWT. Bumi yang kita tempati ini adalah masjid bagi kaum muslimin. Setiap muslim boleh melakukan shalat di wilayah manapun di bumi ini, terkecuali diatas kuburan, di tempat yang bernajis, dan di tempat tempat yang menurut ukuran  syariat islam tidak sesuai untuk dijadikan tempat shalat.

Masjid tidak bisa dilepaskan dari masalah shalat, berdasarkan sabdaq Nabi Muhammad SAW setiap orang bisa melakukan shalat dimana saja – dirumah, dikebun, dijalan, di kendaraan, dan tempat lainnya. Selain itu masjid merupakan tempat orang berkumpul dan melaksanakan shalat secara berjamah, dengan meningkatkan solidaritas dan silaturahmi di kalanagan kaum muslimin. Di masjid pula lah tempat terbaik untuk melansungkan shalat Jum’at.

Dimasa Nabi SAW  ataupu diamsa sesudahnya masjid menjadi pusat atau sentral kegiatan kaum muslimin. Kegiatan dibidang pemerintahan pun mencakup ideology, politik, ekonomi, social, peradilan, dan kemiliteran dibahas dan di pecahkan di lembaga masjid. Masjid berfungsi sebagai pusat pengembangan kebudayaan islam, terutama di saat gedung gedung khusus untuk itu belum didirikan. Masjid merupaka ajang halaqah atau diskusi, tempat mengaji, dan memperdalam ilmu ilmu agama dan umum. Pertumubuhan remaja masjid dewasa ini juga terjmasuk upaya memaksimalkan fungsi ebudayaan yang di emban masjid.

Kalau saja tidak ada kewajiban shalat, tentu tidak ada yang namanya masjid dalam islam. Shalat sudah di syariatkan pada awal kelahiran islam sebanyak empat rakaat, dua di pagi hari dan dua di sore hari. Penetapan shalat lima waktu seperti sekarang ini baru di syariatkan menjelang nabi hijrah ke madinah. Sampai saat itu ibadah shalat dilakukan di rumah rumah.tiadanya usaha mendirikan masjid karena lemahnya kedudukan umat islam yang sangat lemah, sedangkan tantangan dari penduduk makkah begitu ganasnya. Penduduk makkah tampaknya belum siap menerima ajaran nabi SAW walau telah  13 tahun dakwah di lancarkan.

Masjid Pertama Dalam Islam

Masyarakat madinah yang di kenal berwatak lebih halus lebih bisa menerima syiar Nabi SAW. Mereka denga antusias mengirim utusan sambil mengutarakan ketuluisan hasrat  mereka agar Rasulullah pindah saja ke madinah, nabi setuju setelah dua kali utusan datang dua tahun berturut turut  di untuk berhijrah itupun tiba. Waktu musim haji dalam dua peristiwa yang di kenal dengan bai’at Aqabah I dan II

Saat yang dirasa tepat oleh Nabi untuk hijrah itupun tiba. Waktu kaum  kafir makkah mendengar kabar ini mereka mengepung rumah nabi. Tetapi usaha mereka gagal berkat perlindungan Allah SWT. Nabi meninggalkan rumah dengan meninggalkan Ali bin abi thalib yang beliau suruh mengisi tempat tidur beliau, pada saat itu para pengepung tertidur dengan nyenyak. Begitu terbangun mereka menemukan sasaran yang diincar tak lagi berada di tempat. Pengejaran yang di lakukan kaum kafir makkah sia sia. Dengan mengambil rute jalan yang tidak biasa, diseling persembunyian di sebuah gua, nabi sampai di desa quba yang terletak dio sebuah sebelah barat laut yatsrib, kota yang di belakang hari bergantu nama menjadi “madinatur rasul” “kota nabi” atau madinah saja.

Di desa itu nabi beristirahat selama empat hari, dalam tempo pendek itulah nabi menbangun masjid, bersama para sahabat beliau dari makkah yang sudah menunggu di sana. Ali bin abi  thalib yang datang menyusul Nabi ikut serta mengangkat dan meletakkan batu, sehingga tampak sekali keletihan pada wajah beliau, jerih payah nabi dan para sahabat menghasilkan sebuah masjid yang sangat sederhana yang disebut masjid Quba.

Bangunan masjid Quba terdiri dari pelepah kurma, berbentuk persegi empat, dengan enam serambi yang bertiang. Masjid pertama dalam sosialisasi islam itu hanya sekedar tempat untuk bersujud, tempat shalat, dan tempat berteduh dari panas terik matahari di padang pasir yang tandus. Sejarah mencatat masjid quba berdiri pada tanggal 12 rabiul awal tahun hijriah. Keberadaan masjid ini merupakan tonggak  kokoh syiar keislaman periode awal.

Tiga Masjid Suci dalam Islam

Perkembangan masjid quba memang kalah pesat dibandingkan dengan masjidil haram dan masjid nabawi, terutama setelah wafatnya nabi SAW. Waqjar karena kedua masjid di makkah dan madinah itu, bersama masjidil aqsha di yarussalem  adalah tiga masjid suci di dalam islam. Namun keberadaan masjid quba sebagai masjid pertama yang didirikan umat islam menempatkannya pada posisi istimewa. Masjid itu adalah pengejawantahan dan lambing keberanian kaum perintis dalam mengemukakan jati dirinya. Lebih dari itu masjid quba adalah bentuk rumah ibadah pertama umta islam yang lantas menjadi model di masa selanjutnya.

Posisi masjid quba bertambah istimewa karena dia adalah salah satu dari hanay tiga masjid yang di cantumkan dalam al qur’an. Dua yang lainya adalah masjidil haram di makkah dan masjidil aqsha di yarussalem. Masjid nabawi tidak termasuk kedalam kelompok elit itu. Ketika orang munafik dari suku suku aus dan khazraj membangun masjid tandingan di dekat masjid quba yang dikenal dengan masjid dhirar atau masjid yang menyesatkan, dengan niat memecah belah umat islam.

Satu pemikiran pada “Latar Belakang Berdirinya Masjid

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s